Rabu, 27 Februari 2013

Kisah Bocah Yang Dibunuh Mayatnya Dijadikan Patung Dari Semen


Kisah Karena Dendam Bocah Dibunuh dan Dicor Dengan Semen
pembunuhan sadis kembali terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur. Seorang bocah balita berusia 3.5 tahun dibunuh dan tubuhnya dijadikan patung dari semen.
Bocah naas itu bernama Fahri Usaini Romadhon, anak ke 4  dari pasangan suami isteri, Misnawi dan Jubaidah. Mereka tinggal disebuah rumah kecil di Jalan Endrosono Gang VII, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya.
Fahri nama akrab panggilan anak lelaki itu, sempat dikabarkan hilang sejak Hari Sabtu 16 Februari 2013 lalu. Dan ditemukan sudah menjadi mayat dan dalam keadaan dicor dengan semen, setelah menghilang selama 4 hari. Penemuan mayat bocah lelaki 19 Februari 2013, di rumah tetangga depan rumahnya sendiri membuat gempar warga sekitar.
Polisi yang datang ke TKP setelah mendapat laporan segera bergerak cepat. Dengan dibantu tim olah TKP dari Polres KP3 Tanjung Perak, mereka segera mengevakuasi mayat bocah malang itu dan dibawa kerumah sakit untuk diotpsi. Setelah memeriksa beberapa orang saksi. akhirnya terungkap pembunuh anak kecil itu adalah Solikhin (31), tetangga depan rumahnya sendiri. Solikhin ini dikenal sebagai pembuat onar oleh warga sekitar.
Pria penggangguran yang telah ditinggal minggat isterinya itu ditangkap Satreskrim Polres KP3 Tanjung Perak saat akan lari ke Pulau Madura. "Dia kami bekuk saat sedang naik becak, tujuannya hendak kepenyebrangan mau Ke Madura," ujar Kasubag Humas Polres KP3 AKP Lily Djafar. Usai melakukan penangkapan, Solikhin segera digelandang ke Mapolres KP3, untuk menjalani pemeriksaan.
"Motif pembunuhannya, karena tersangka merasa sakit hati dengan ucapan bapak korban. yang pernah menghina dan mengancamnya. Namun kami juga berasumsi kalau tersangka mengalami kelainan kejiwaan. karena itu kami membawa tersangka kerumah sakit Bhayangkara untuk diperiksakan phisikologisnya," sambung AKP Lily.

Dan hasil pemeriksaan Dokter kejiwaan RS Bhayangkara, Kejiwaan Solikhin dinyatakan normal pada 21 Februari 2013. Pria Pembunuh balita yang kemudian dicor pakai semen itu telah ditetapkan sebagai tersangka, dan dijerat dengan pasal berlapis yakni, 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo pasal  80 (3) tentang Undang-undang perlindungan anak. yang ancaman hukumannnya adalah hukuman mati atau seumur hidup.
Diceritakan, Fahri secara tiba-tiba menghilang pada Sabtu malam. Ketika ayahnya saat itu tengah membantu tetangga sebelah yang akan melaksakan hajatan perkawinan. Karena rewel Misnawi mengantarkan anaknya pulang lebih dahulu. setelah itu dia balik lagi membantu tetangganya tersebut.
"Sekitar sejam sebelumnya Fahri ikut saya. Saya antar dia pulang sampai kedepan rumah. lalu saya kembali membantu ketetangga sebelah memasangkan tenda untuk hajatan perkawinan," urai Misnawi saat ditemui dirumahnya. sekembalinya kerumah Misnawi kaget karena Fahri belum juga pulang. hingga larut malam Fahri belum juga ditemukan. kegelisahan keluarga Misnawi makin menjadi.Malam itu bukan hanya keluarganya saja yang ikut membantu mencari Fahri, tetapi juga semua tetangga turut serta ikit mencari bocah kecil lucu itu.
"Selama ini Fahri tidak pernah main jauh-jauh. tapi siapa tahu namanya juga anak-anak. Sampai isteri saya semalaman berjalan menelusuri kali, khawatir jangan-jangan Fahri kecebur disana," cerita Misnawi. Karena keesokan harinya belum juga ditemukan Misnawi melaporkan hal ini ke pihak Kepolisian.
Hingga 3 hari berselang Fahri belum juga terdengar kabar beritanya. ditengah rasa gundah luar biasa itu    , Pada Selasa 19/2/2013, dia mendapat kabar yang membuat jantungnya mau copot. Kabar itu datangnya dari mertuanya. "Misnawi, kamu yang sabar yah dan tenang. Tidak usah keburu emosi. Saya mendapat kabar kalau Fahri tidak usah dicari lagi, soalnya sudah tewas dibunuh Solikhin," ujar Misnawi menirukan ucapan mertuanya.
Solikhin sendiri sebelum melarikan diri sempat menyampaikan pesan pada kerabatnya yang tinggal serumah, bahwa dialah yang membunuh Fahri. Mayat balita itu disemen dilorong sempit disamping rumah. mendengar berita itu warga langsung bergerak dan mendobrak masuk rumah Solikhin. Begitu memasuki rumah, bau tak sedap mulai menyengat. Dan setelah diurut sumber bau itu bersal dari lorong sempit yang terletak disamping rumah tersebut.
Disana ditemukan tubuh Fahri tertelentang tak bernyawa lagi. Yang membuat shok melihatnya, tubuh bocah tak berdosa ini, di cat dengan semen sehingga seluruh permukaan kulitnya tidak tampak lagi. Misnawi hingga kini tak mengerti, mengapa Solikhin tega berbuat begitu kejam pada anaknya. Padahal selama ini dia tak merasa pernah punya masalah dengan pembunh anaknya itu.

"Kalau dia bilang karena dendam dengan saya, itu bohong. Saya itu bicara dengan dia saja tidak pernah. Meski ada yang bilang kalau dia begitu semenjak ditinggal pergih oleh isterinya saya juga tidak percaya. Solikhin itu waras, makanya harus dihukum seberat-beratnya," pungkas Misnawi.****

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More